ROBOLINGGO, HNN – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak pelajar untuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan melalui aksi nyata. Salah satunya dengan menanam dan merawat pohon di lingkungan sekolah sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan hijau, sehat, sekaligus mendukung ketahanan pangan.
Ajakan tersebut diwujudkan melalui kegiatan penanaman 100 pohon bersama murid SMKN 4 Probolinggo, Selasa (3/11/2026). Kegiatan itu juga diikuti Wali Kota dan Wakil Wali Kota Probolinggo sebagai bentuk kolaborasi pemerintah daerah dalam mendukung gerakan penghijauan di lingkungan pendidikan.
Baca Juga: Khofifah Buka 4.807 Lowongan Kerja di Job Fair Inklusif 2026
Penanaman pohon tersebut menjadi bagian dari penguatan Program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP) yang dikembangkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pendidikan Jatim.
Dalam kegiatan itu, Khofifah tidak hanya mengajak para siswa menanam pohon, tetapi juga mengingatkan pentingnya merawat tanaman agar dapat tumbuh dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.
“Pohon yang kita tanam hari ini harus dirawat ya, Nak. Jangan sampai hanya ditanam, tetapi kemudian dibiarkan. Semoga tumbuh besar, memberi keteduhan, dan membawa manfaat bagi lingkungan sekolah,” pesan Khofifah kepada para siswa.
Menurutnya, kegiatan penghijauan di sekolah bukan sekadar seremoni penanaman, melainkan bagian dari pendidikan karakter yang menanamkan tanggung jawab, kepedulian, serta kesadaran menjaga kelestarian lingkungan sejak dini.
Melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan tersebut, para siswa diharapkan memahami bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Kebiasaan sederhana seperti merawat tanaman, menjaga kebersihan, dan memanfaatkan lahan sekolah secara produktif dapat menjadi langkah awal membangun budaya hidup berkelanjutan.
Khofifah juga menekankan pentingnya menghadirkan lingkungan sekolah yang nyaman dan asri untuk mendukung proses belajar mengajar. Keberadaan pohon di lingkungan sekolah diharapkan mampu memberikan keteduhan sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan bagi warga sekolah.
SIKAP Perkuat Pendidikan Lingkungan dan Ketahanan Pangan
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyampaikan bahwa Program SIKAP menjadi salah satu upaya membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pembelajaran akademik, tetapi juga penguatan karakter dan keterampilan praktis peserta didik.
Program tersebut mendorong sekolah untuk memanfaatkan lingkungan sebagai ruang belajar yang produktif. Melalui kegiatan penanaman, perawatan tanaman, hingga pengelolaan lahan, siswa dapat belajar mengenai keberlanjutan lingkungan sekaligus memahami pentingnya ketahanan pangan.
Baca Juga: Aries Agung Paewai Hadiri Peresmian SMPM 15 dan Sport Center PCM Kenjeran
Aries menilai keterlibatan siswa dalam kegiatan penghijauan dapat menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan sekolah. Karena itu, kegiatan penanaman pohon perlu dilanjutkan dengan pemeliharaan secara berkelanjutan agar manfaatnya benar-benar dirasakan.
“Program SIKAP mendorong sekolah menjadi ruang belajar yang hidup. Anak-anak tidak hanya mendapatkan pengetahuan di kelas, tetapi juga belajar bertanggung jawab, peduli lingkungan, dan memahami pentingnya menjaga keberlanjutan melalui praktik langsung,” ujar Aries.
Ia berharap kegiatan serupa dapat menjadi inspirasi bagi satuan pendidikan lainnya di Jawa Timur untuk mengembangkan lingkungan sekolah yang hijau, produktif, dan mendukung pembentukan karakter peserta didik.
Kolaborasi Wujudkan Sekolah Hijau
Penanaman 100 pohon di SMKN 4 Probolinggo juga memperlihatkan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kota, sekolah, dan peserta didik dalam membangun lingkungan pendidikan yang berkelanjutan.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat gerakan penghijauan sekaligus mendorong sekolah untuk mengembangkan berbagai inovasi berbasis lingkungan sesuai potensi masing-masing.
Baca Juga: Molornya Renovasi Kolam Kertajaya Ancam Dominasi Selam Jatim di PON 2028
Selain memberikan manfaat ekologis, kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi siswa. Mereka dapat memahami secara langsung proses pertumbuhan tanaman, pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan, serta konsekuensi dari tindakan manusia terhadap alam.
Melalui Program SIKAP, Dinas Pendidikan Jatim terus mendorong sekolah agar mampu mengintegrasikan pendidikan lingkungan dan ketahanan pangan dalam aktivitas pembelajaran maupun budaya sekolah.
Khofifah berharap pohon-pohon yang ditanam di SMKN 4 Probolinggo dapat tumbuh dengan baik dan menjadi warisan positif bagi generasi berikutnya.
Pesan tersebut sekaligus menegaskan bahwa keberhasilan gerakan penghijauan tidak diukur dari banyaknya pohon yang ditanam, tetapi dari konsistensi dalam merawat dan menjaga kelestariannya.
Dengan semangat menanam hari ini untuk masa depan, sekolah diharapkan menjadi salah satu pusat tumbuhnya generasi yang tidak hanya cerdas dan terampil, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan serta tanggung jawab membangun masa depan yang lebih hijau.
Editor : D1N