Air Bersih untuk Elite, Wong Alit Melawan: 200 Massa Siap Kepung PDAM Surabaya

SURABAYA, HNN — Gelombang perlawanan terhadap dugaan ketidakadilan pelayanan air bersih di Kota Surabaya memasuki babak baru. Sekitar 200 massa Gerakan Masyarakat Pembela Aspirasi Rakyat Jawa Timur (GEMPAR Jatim) dipastikan turun ke jalan pada 8 September 2026 untuk mengepung Kantor Pusat PERUMDA PDAM Surya Sembada, Balai Kota Surabaya, hingga Gedung DPRD Kota Surabaya.

Aksi tersebut bukan sekadar demonstrasi biasa. GEMPAR Jatim menuding adanya praktik pelayanan air yang lebih menguntungkan kawasan perumahan elite, sementara masyarakat kecil (wong alit) masih menghadapi persoalan akses dan keadilan distribusi air bersih. Tuduhan itu menjadi dasar lahirnya slogan aksi: “Air Bersih Bagi Wong Elite vs Wong Alit.”

Baca Juga: Piala Wali Kota Surabaya Jadi Arena Seleksi Atlet Woodball Porprov 2027

Dalam surat resmi yang dikirim kepada Polrestabes Surabaya, GEMPAR Jatim menyebut telah melayangkan tiga surat permohonan klarifikasi kepada manajemen PDAM Surya Sembada pada 7, 13, dan 20 Agustus 2026. Namun hingga kini, organisasi tersebut mengaku belum memperoleh respons yang memuaskan.

Ketua Umum GEMPAR Jatim, Zahdi, S.H., menegaskan aksi damai ini membawa tiga tuntutan besar: moratorium dan audit investigatif seluruh WTP swasta, pengambilalihan jaringan air swasta oleh PDAM, serta penerapan pajak progresif penggunaan air mewah yang hasilnya dialokasikan sebagai subsidi penuh bagi warga miskin dan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Baca Juga: AWS Gelar Hari Kebebasan Pers dan Bazar UMKM, Ketua DPRD Surabaya Beri Apresiasi

GEMPAR Jatim menilai air bersih merupakan hak dasar warga yang tidak boleh dikendalikan oleh kepentingan komersial. Karena itu, mereka mendesak Pemerintah Kota Surabaya dan DPRD segera mengambil langkah konkret agar tata kelola air kembali berpihak kepada kepentingan publik, bukan hanya kawasan elite.

Aksi dijadwalkan dimulai pukul 10.00 WIB dengan titik kumpul di kawasan Pom Bensin A. Yani, sebelum massa bergerak menuju tiga lokasi aksi secara bergelombang. (d43n9) 

Baca Juga: Diduga Keracunan MBG, Ratusan Pelajar Surabaya Jalani Perawatan Medis

 

Editor : D1N