Oleh: Nurdin Longgari
Pemimpin Redaksi hariannasionalnews.com
Menjelang Konferensi PWI Jawa Timur yang dijadwalkan berlangsung pada 13 November 2026 di Mercure Surabaya Grand Mirama, Jalan Raya Darmo, Surabaya, seluruh anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur dihadapkan pada momentum penting untuk menentukan arah organisasi lima tahun ke depan.
Baca Juga: PWI Jatim Anugerahkan 24 Tokoh pada Puncak HPN 2026 di Dyandra
Konferensi bukan sekadar agenda pemilihan ketua, melainkan forum untuk meneguhkan komitmen bersama dalam membangun organisasi yang profesional, berintegritas, solid, dan mampu memperjuangkan kepentingan anggotanya.
Dalam konteks tersebut, saya memandang Lutfil Hakim sebagai salah satu figur yang patut dipertimbangkan untuk kembali memimpin PWI Jawa Timur periode 2026–2031. Pengalaman, rekam jejak, serta keterlibatannya dalam berbagai bidang menjadi pertimbangan yang relevan dalam menentukan kepemimpinan organisasi ke depan.
Rekam Jejak Jurnalistik dan Pengalaman Organisasi
Dalam perjalanan jurnalistiknya, Lutfil Hakim pernah berkarier di Harian Bisnis Indonesia, media ekonomi dan bisnis nasional. Ia juga tercatat sebagai salah satu pendiri Kabar Bisnis, Kanal Satu, dan Berita Jatim.
Di luar aktivitas jurnalistik, Lutfil Hakim juga memiliki keterlibatan dalam berbagai organisasi. Ia tercatat sebagai pengurus Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Provinsi Jawa Timur dan merupakan alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
Lutfil Hakim juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Alumni Universitas Jember (IKA UNEJ) Jawa Timur. Di bidang olahraga, ia tercatat sebagai pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur dengan jabatan Kepala Bidang Humas.
Sementara di bidang dunia usaha, Lutfil Hakim juga terlibat dalam kepengurusan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Jawa Timur.
Pengalaman lintas bidang tersebut menjadi salah satu aspek yang patut dipertimbangkan. Memimpin organisasi wartawan membutuhkan kemampuan membangun komunikasi, memperluas jejaring, memperjuangkan kepentingan anggota, sekaligus menjaga independensi dan kehormatan profesi jurnalistik.
Menjaga Persatuan dan Memperkuat PWI Jawa Timur
PWI Jawa Timur membutuhkan kepemimpinan yang mampu merangkul seluruh anggota, membuka ruang dialog, serta menempatkan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
Perbedaan pandangan dalam sebuah konferensi merupakan bagian dari dinamika demokrasi organisasi. Namun, perbedaan tersebut hendaknya tidak menjadi penghalang bagi terbangunnya kebersamaan setelah proses pemilihan selesai.
Ke depan, tantangan dunia pers semakin kompleks. Perkembangan teknologi digital, perubahan pola konsumsi informasi, serta tuntutan terhadap profesionalisme wartawan mengharuskan PWI terus beradaptasi. Organisasi juga perlu memperkuat pendidikan jurnalistik, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperjuangkan kesejahteraan anggota, dan menjaga kebebasan pers yang bertanggung jawab.
Baca Juga: Arumi: Peran Ibu Kian Krusial di Era Digital, Pengguna Medsos Terbesar adalah Perempuan
Dalam situasi tersebut, pengalaman dan kemampuan membangun komunikasi menjadi modal penting bagi siapa pun yang dipercaya memimpin PWI Jawa Timur.
Ajakan untuk Menentukan Pilihan secara Bijak
Menjelang Konferensi PWI Jawa Timur, saya mengajak seluruh Anggota Biasa PWI Jawa Timur yang memiliki hak suara untuk menggunakan haknya secara bijak, objektif, dan bertanggung jawab. Mari kita menempatkan rekam jejak, integritas, pengalaman, serta komitmen terhadap kemajuan organisasi sebagai dasar utama dalam menentukan pilihan.
Secara pribadi, saya berharap Lutfil Hakim kembali mendapatkan kepercayaan untuk memimpin PWI Jawa Timur periode 2026–2031. Saya mengajak rekan-rekan Anggota Biasa yang memiliki hak suara untuk mempertimbangkan dan memberikan dukungan kepadanya, apabila menilai bahwa pengalaman dan kapasitasnya merupakan pilihan yang tepat bagi keberlanjutan organisasi.
Harapan ini bukan dimaksudkan untuk mengesampingkan perbedaan pandangan, melainkan menjadi ajakan untuk bersama-sama mempertimbangkan kepentingan PWI Jawa Timur dalam jangka panjang. Dukungan yang lahir dari keyakinan, pertimbangan matang, dan kesadaran bersama akan memiliki makna lebih kuat bagi soliditas organisasi.
Saya berharap Konferensi PWI Jawa Timur dapat berlangsung secara demokratis, tertib, dan bermartabat. Siapa pun yang nantinya mendapatkan amanah harus mampu merangkul seluruh anggota, termasuk mereka yang memiliki pilihan berbeda, demi menjaga persatuan dan kehormatan organisasi.
Melanjutkan Pengabdian untuk Kemajuan Organisasi
Kepemimpinan bukan semata-mata tentang jabatan, melainkan tentang pengabdian, tanggung jawab, dan kesediaan bekerja untuk kepentingan bersama.
Baca Juga: Imam Utomo Sebut PWI Mitra Strategis PMI Jatim, Siapkan Relawan Jurnalis Palang Merah
PWI Jawa Timur memerlukan kepemimpinan yang mampu memperkuat solidaritas anggota, menjaga profesionalisme wartawan, serta menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi insan pers.
Karena itu, saya berharap Konferensi PWI Jawa Timur pada 13 November 2026 menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan menentukan arah organisasi secara bijaksana. Dengan mempertimbangkan rekam jejak serta pengalaman yang dimilikinya, Lutfil Hakim layak menjadi salah satu figur yang mendapat perhatian dan dukungan dalam proses tersebut.
Mari kita jadikan konferensi sebagai ruang untuk menyatukan tekad, memperkuat persaudaraan sesama wartawan, dan memilih kepemimpinan terbaik bagi PWI Jawa Timur periode 2026–2031.
Sebab, pada akhirnya, kekuatan PWI tidak hanya ditentukan oleh siapa yang menjadi ketua, tetapi juga oleh komitmen seluruh anggotanya untuk menjaga persatuan, profesionalisme, dan marwah pers.
Nurdin Longgari
Pemimpin Redaksi hariannasionalnews.com
Editor : D1N