SURABAYA, HNN - Universitas Negeri Surabaya (UNESA) diproyeksikan menjadi salah satu kawasan utama venue Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X Jawa Timur 2027. Bukan semata karena memiliki banyak fasilitas olahraga, tetapi juga karena kawasan kampus tersebut dinilai mampu memenuhi kebutuhan pertandingan secara lebih terintegrasi, sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi pembinaan olahraga Jawa Timur.
Pertimbangan tersebut menjadi salah satu fokus dalam survei venue yang dilakukan KONI Jawa Timur bersama Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata Kota Surabaya (Disbudporapar), KONI Kota Surabaya, serta para Technical Delegate (TD) cabang olahraga di kompleks Kampus UNESA Lidah Wetan, Surabaya, Senin (5/10/2026).
Baca Juga: KONI Jatim Perluas Survei Venue Porprov X Jatim 2027, dari Lapangan Tembak hingga Olahraga Air
Ketua Umum KONI Jawa Timur, Drs. Muhammad Nabil, M.Si., yang hadir dalam survei tersebut dan disambut Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) UNESA, Dr. Irmantara Subagio, M.Kes., mengatakan UNESA memiliki sejumlah keunggulan yang membuatnya layak dipertimbangkan untuk menampung venue berbagai cabang olahraga.
Menurut Nabil, salah satu pertimbangan utama adalah tersedianya berbagai fasilitas olahraga dalam satu kawasan. Kondisi tersebut memungkinkan kebutuhan sejumlah cabang olahraga dipetakan dan dipersiapkan secara lebih terintegrasi.
“Kenapa kita memang cukup banyak mengarah ke UNESA? Karena lebih mudah dikawal. Dari sisi keamanan sudah ada, dari sisi pengukuran sudah ada, kemudian suporter juga bisa dikondisikan. Jadi berbagai kebutuhan bisa dipersiapkan secara lebih terintegrasi,” ujar Nabil.
Namun, ia menegaskan bahwa kelengkapan fasilitas bukan satu-satunya ukuran. KONI Jatim tetap menerapkan standar pertandingan, tetapi standar tersebut harus disesuaikan secara proporsional dengan kondisi dan kemampuan venue.
“Kita sebagai pimpinan KONI tentu punya standar ideal. Tetapi idealnya harus proporsional. Jangan sampai standar yang kita tetapkan justru menjadi beban. Yang penting kebutuhan utama pertandingan terpenuhi,” katanya.
Pertimbangan lainnya adalah kenyamanan atlet. Menurut Nabil, venue tidak hanya harus mampu menggelar pertandingan, tetapi juga memberikan rasa aman dan nyaman kepada atlet, termasuk keluarga dan orang tua yang mendampingi.
“Yang paling penting atlet itu nyaman. Kemudian keluarga besar daerahnya, orang tua atlet, juga merasa nyaman. Itu menjadi salah satu pertimbangan kita,” ujarnya.
Bukan Hanya untuk Porprov
Lebih jauh, Nabil melihat pemanfaatan fasilitas UNESA dalam Porprov X Jatim 2027 harus ditempatkan dalam perspektif yang lebih panjang. Menurutnya, fasilitas yang digunakan dalam Porprov tidak semestinya hanya dipandang untuk kebutuhan pertandingan pada 2027, tetapi juga dapat menjadi bagian dari ekosistem pembinaan olahraga setelah event berakhir.
“Olahraga ini ke depan sebenarnya bukan hanya untuk hari ini. Kita harus berpikir jauh ke depan agar fasilitas ini tetap bisa dipergunakan setelah Porprov selesai. Jadi tidak berhenti pada kegiatan hari ini saja,” tuturnya.
Dalam konteks tersebut, posisi UNESA sebagai perguruan tinggi dengan ekosistem olahraga yang kuat menjadi nilai tambah. Fasilitas olahraga yang ada tidak hanya dapat dimanfaatkan untuk kompetisi, tetapi juga mendukung pendidikan, praktik mahasiswa, penelitian, pembinaan atlet, serta pengembangan sumber daya manusia olahraga.
“Mahasiswa bisa praktik, bisa melihat kegiatan secara langsung, menambah ilmu dan pengalaman di lapangan, tidak hanya mendapatkan teori di kelas. Jadi ada nilai tambah yang bisa kita dapatkan,” kata Nabil.
Dengan demikian, penggunaan fasilitas UNESA diharapkan dapat menciptakan hubungan yang saling menguntungkan antara penyelenggaraan Porprov dengan pengembangan pendidikan dan olahraga.
Banyak Cabang Berpotensi Ditampung
Potensi tersebut terlihat dari beragam fasilitas yang masuk dalam agenda survei. Peninjauan diawali di Grha Sawunggaling UNESA yang diproyeksikan untuk cabang olahraga Angkat Besi, Binaraga dan Angkat Berat.
Baca Juga: Setahun Jelang Porprov X Jatim 2027, Surabaya Mulai Matangkan Venue Pertandingan
Survei kemudian berlanjut ke Kolam Renang UNESA untuk Akuatik, meliputi renang kolam dan selam kolam, serta Lapangan Atletik untuk cabang Atletik.
Tim juga meninjau Lapangan Berkuda yang diproyeksikan untuk cabang olahraga Berkuda Equestrian dan Berkuda Memanah. Sementara Bola Tangan Pantai venuenya berlokasi di THP Kenjeran.
Selanjutnya, GOR Basket UNESA diproyeksikan untuk Bola Basket 3x3, Bola Basket 5x5 dan Karate. Gelanggang Pemuda UNESA masuk dalam agenda untuk Bola Tangan Indoor, Kabaddi Indoor, adapun venue Tinju dipindahkan ke Gelanggang Remaja dekat G10N
Fasilitas lain yang turut dipetakan antara lain GOR BIMA untuk Bola Voli Indoor dan Gulat, Auditorium FIKK untuk Catur, Driving Range Golf untuk Cricket, Lapangan Hockey untuk Hockey Outdoor Putra dan Putri, Lapangan Padel untuk Padel, Lapangan Petanque untuk Petanque, GOR Futsal untuk Futsal Putra dan Putri, serta Lapangan Tenis untuk cabang Tenis, dan Teqball.
Waduk UNESA dan kawasan sekitarnya juga diproyeksikan untuk Triathlon, sementara Lapangan Sepak Bola UNESA masuk dalam agenda survei untuk cabang Woodball, dan Gateball.
Ketua Bidang Pertandingan Porprov X Jatim 2027, Jeffry Tagore, mengatakan banyaknya fasilitas dalam satu kawasan menjadi salah satu alasan penting dilakukannya survei secara menyeluruh di UNESA.
“UNESA memiliki fasilitas olahraga yang cukup beragam, sehingga menjadi salah satu lokasi yang potensial untuk mendukung pelaksanaan Porprov X Jatim 2027. Karena itu, kami melakukan pengecekan langsung bersama Disbudporapar, KONI Kota Surabaya dan para Technical Delegate untuk melihat kesesuaian setiap fasilitas dengan kebutuhan masing-masing cabang olahraga,” ujar Jeffry.
Ia menegaskan, kelengkapan fasilitas belum otomatis menjadikan sebuah lokasi sebagai venue pertandingan. Setiap fasilitas tetap harus memenuhi kebutuhan teknis cabang olahraga yang bersangkutan.
“Setiap cabang olahraga memiliki kebutuhan yang berbeda. Melalui survei ini, kami ingin memastikan fasilitas yang diproyeksikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan pertandingan. Jika masih ada kekurangan atau penyesuaian yang diperlukan, hal tersebut dapat diidentifikasi lebih awal sehingga tersedia waktu untuk menindaklanjutinya sebelum Porprov berlangsung,” katanya.
Baca Juga: Survei Pertama Venue Porprov X Jatim 2027 Dimulai, KONI Jatim Cek Kesiapan Surabaya
Ideal, tetapi Tetap Proporsional
Bagi KONI Jatim, survei tersebut menjadi bagian dari proses untuk mencari titik temu antara standar pertandingan dengan kondisi riil fasilitas yang tersedia.
Nabil menegaskan, prinsip yang digunakan adalah ideal tetapi tetap proporsional. Artinya, venue harus memenuhi kebutuhan pertandingan, tetapi proses persiapannya juga harus mempertimbangkan kemampuan dan kondisi masing-masing fasilitas.
“Prinsipnya ideal yang proporsional. Kalau memang ada yang belum ideal, nanti kita lihat teknisnya bagaimana. Yang penting kebutuhan utama terpenuhi dan pertandingan dapat berjalan dengan baik,” tegasnya.
Hasil survei selanjutnya akan dikompilasi dan dibahas oleh tim KONI Jawa Timur bersama pihak terkait. Nabil meminta hasil pemetaan segera dilaporkan agar tindak lanjut teknis dapat dilakukan lebih awal.
“Pak Jeffry dan Pak Dudi nanti segera memberikan laporan. Kita kumpulkan semua masukan dari teman-teman tim, kemudian kita bahas bersama. Setelah itu tinggal kita kompromikan kebutuhan dengan kesiapan venue,” katanya.
Dengan berbagai pertimbangan tersebut, UNESA tidak hanya dipandang sebagai lokasi yang memiliki fasilitas olahraga dalam jumlah banyak, tetapi juga sebagai kawasan yang berpotensi menjadi bagian dari ekosistem olahraga Jawa Timur.
Jika hasil evaluasi teknis nantinya memenuhi kebutuhan masing-masing cabang olahraga, pemanfaatan fasilitas UNESA dalam Porprov X Jatim 2027 diharapkan tidak berhenti setelah pertandingan selesai. Fasilitas tersebut dapat terus dimanfaatkan untuk pembinaan atlet, kegiatan olahraga, pendidikan, praktik mahasiswa, hingga pengembangan sumber daya manusia olahraga di Jawa Timur (d43n9)
Editor : D1N