KONI Jatim Perluas Survei Venue Porprov X Jatim 2027, dari Lapangan Tembak hingga Olahraga Air

SURABAYA, HNN - Persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X Jawa Timur 2027 memasuki tahap pemetaan yang semakin detail. Pada hari ketiga survei, Rabu (30/9/2026), KONI Jawa Timur bersama KONI Kota Surabaya, Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata Kota Surabaya (Disbudporapar) dan para Technical Delegate (TD) menyisir sejumlah venue dengan karakter olahraga berbeda, mulai dari Lapangan Tembak Kodam, Waduk Kedurus, Kolam Renang Prima Laras hingga Bosem Moro Krembangan.

Agenda hari ketiga menyasar sejumlah lokasi di kawasan Surabaya Barat hingga Surabaya Utara. Pengecekan dimulai dari Kompleks Kodam V Brawijaya Gunungsari, kemudian berlanjut ke kawasan Kedurus dan Karangpilang, hingga Krembangan.

Baca Juga: Jatim Jadi Tulang Punggung Merah Putih di Asian Games 2026, 52 Atlet Siap Tempur di Aichi-Nagoya

Di Kompleks Kodam V Brawijaya Gunungsari, tim meninjau Lapangan Tembak Kodam yang diproyeksikan menjadi venue cabang olahraga Menembak.

Dari Gunungsari, survei berlanjut ke Waduk Kedurus yang diproyeksikan untuk cabang olahraga Akuatik, khususnya nomor Open Water Swimming (OWS), Ski Air dan Selam Open Water Finswimming (OWF).
Pengecekan kemudian dilakukan di Kolam Renang Prima Laras, kawasan Kedurus Karangpilang. Fasilitas tersebut diproyeksikan untuk cabang olahraga Akuatik, khususnya nomor Loncat Indah, untuk Cabor Modern Pentathlon Indonesia (MPI) Venue nya di Marine Sport Centre (MSC).

Rangkaian survei berlanjut ke kawasan Krembangan. Di Bosem Moro Krembangan, tim mengecek kesiapan venue yang diproyeksikan untuk cabang olahraga Dayung, termasuk nomor Canoeing, Rowing dan Traditional Boat Race (TBR).

Ketua Bidang Pertandingan Porprov X Jatim 2027, Jeffry Tagore, mengatakan survei tidak sekadar melihat ketersediaan lokasi pertandingan, tetapi juga memastikan setiap venue mampu memenuhi kebutuhan teknis cabang olahraga yang akan dipertandingkan.

“Kami terus melakukan pengecekan venue bersama KONI Kota Surabaya, Disbudporapar Kota Surabaya, dan para Technical Delegate. Setiap cabang olahraga memiliki kebutuhan teknis yang berbeda, sehingga kondisi venue perlu dilihat secara langsung dan dibahas bersama tim teknis,” ujar Jeffry.

Baca Juga: Muaythai Jatim Turunkan 87 Atlet, Koni Jatim Optimistis Kuasai IMC 2026

Menurut Jeffry, pengecekan lebih awal memberikan ruang untuk mengidentifikasi kebutuhan yang masih harus disesuaikan sebelum pelaksanaan Porprov.

“Yang kami lakukan sekarang adalah memastikan kebutuhan masing-masing cabang olahraga bisa terpetakan sejak awal. Dengan begitu, kalau ada yang perlu dibenahi atau dilengkapi, masih tersedia waktu untuk dipersiapkan sebelum pelaksanaan Porprov,” katanya.

Kehadiran para Technical Delegate menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Masukan dari masing-masing TD diperlukan untuk melihat kesesuaian venue dengan karakter, standar teknis dan kebutuhan pertandingan setiap cabang olahraga.

Hasil survei selanjutnya menjadi bahan koordinasi antara KONI Jawa Timur, KONI Kota Surabaya, Disbudporapar dan pihak terkait untuk menentukan kebutuhan penyesuaian maupun fasilitas pendukung pada masing-masing venue.

Baca Juga: Jelang Porprov 2027, KONI Jatim Gaungkan Gerakan Atlet Laki-Laki Berani Mengungkapkan Masalah

Survei hari ketiga ini memperluas cakupan pemetaan venue Porprov X Jatim 2027 di Kota Surabaya. Setelah sebelumnya menyasar sejumlah lokasi di Surabaya Pusat, kawasan GBT, CitraLand dan Lakarsantri, kali ini tim mengecek venue dengan karakter khusus, mulai dari fasilitas menembak hingga olahraga air.

Rangkaian survei yang dimulai sejak Senin (28/9/2026) tersebut menjadi bagian dari persiapan jangka panjang menuju Porprov X Jatim 2027.

Dengan pemetaan dilakukan lebih awal, kebutuhan teknis setiap cabang olahraga dapat diidentifikasi dan ditindaklanjuti sebelum pertandingan berlangsung. (d43n9)

Editor : D1N