UNESA Kenalkan Inovasi Olahan Labu Kuning kepada Siswa SMK Miftahul Ulum Lamongan

Reporter : D1N

Lamongan, HNN - Universitas Negeri Surabaya (UNESA) melalui Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Program Studi S1 Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Fakultas Ketahanan Pangan, memperkenalkan berbagai inovasi produk olahan labu kuning kepada siswa SMK Miftahul Ulum Lamongan, Kamis (13/8/2026).

Kegiatan bertema “Inovasi Produk Olahan Labu Kuning” ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi produk kreatif yang memiliki nilai tambah serta berpotensi menjadi peluang usaha.

Baca juga: Harvard dan Indonesia Sepakat Perkuat Kemitraan Pendidikan, Kesehatan, dan Riset

Selain menjadi ajang edukasi, kegiatan tersebut juga menandai penguatan sinergi antara UNESA dan SMK Miftahul Ulum Lamongan melalui penandatanganan dokumen kerja sama sebagai landasan pelaksanaan program pendidikan dan pengabdian secara berkelanjutan.

Tim PKM dipimpin oleh Raida Amelia Ifadah, S.TP., M.P., bersama Fitri Komala Sari, Diwyacitta Antya Putri, Aji Fajar Ramadhani, Rendra Lebdoyono, Igoy Arya Bimo, Aninditya Artina Setiapaputri, serta mahasiswa Arinka Nur Zhahira dan Nur Azizah.

Edukasi hingga praktik langsung

Dalam sesi materi, peserta dikenalkan pada karakteristik labu kuning beserta kandungan gizinya, seperti karbohidrat, serat, vitamin, mineral, dan senyawa bioaktif. Tim menjelaskan bahwa pengolahan yang tepat dapat meningkatkan nilai ekonomi bahan pangan lokal sekaligus menghasilkan produk yang lebih beragam sesuai kebutuhan pasar.

Siswa kemudian diperkenalkan dengan berbagai produk inovatif berbahan dasar labu kuning, antara lain kue talam, selai, bolu kukus, churros, donat, hingga bola-bola labu kuning.

Baca juga: Kasus TPPO Anak Lampung, Legal Gion Spa Desak Pengusutan Dalang Perekrutan

Tidak hanya menerima teori, peserta juga mengikuti praktik pembuatan produk secara langsung, mulai dari penimbangan bahan, pencampuran, proses pengolahan, hingga menghasilkan produk siap konsumsi. Pendampingan tersebut memberikan pengalaman nyata mengenai teknik produksi pangan yang baik.

Bangun jiwa wirausaha

Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan. Mereka aktif berdiskusi mengenai teknik pengolahan, kualitas produk, daya simpan, hingga strategi mengembangkan produk menjadi peluang bisnis.

Tim PKM juga memberikan materi mengenai pentingnya kemasan dan identitas produk, meliputi pencantuman nama produk, komposisi, berat bersih, tanggal produksi, kedaluwarsa, serta informasi produsen. Pemahaman ini diharapkan mampu membekali siswa dengan wawasan dasar dalam menghasilkan produk pangan yang siap dipasarkan.

Baca juga: Narkoba Jadi Ancaman, AWS dan BNN Surabaya Perkuat Pengawasan Lingkungan

Melalui kegiatan ini, UNESA berharap peserta mampu mengembangkan potensi labu kuning sebagai bahan pangan lokal menjadi produk inovatif yang bernilai ekonomi sekaligus menumbuhkan kepercayaan diri generasi muda dalam berwirausaha.

Program pengabdian ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Tanpa Kelaparan), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

 

Editor : D1N

PERISTIWA
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru