Surabaya, HNN - Kawasan Sontoh Laut di Kecamatan Asemrowo kembali digerakkan sebagai destinasi wisata pesisir melalui penanaman 3.000 bibit mangrove yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, instansi, perguruan tinggi, hingga komunitas lingkungan.
Sekretaris Daerah Kota Surabaya, Muhamad Fikser, mengatakan kawasan Sontoh Laut yang dahulu sempat menjadi destinasi wisata unggulan kini mulai dihidupkan kembali melalui konsep kolaborasi bersama seluruh stakeholder, termasuk para pelaku usaha di wilayah pesisir.
Baca juga: Piala Wali Kota Jadi Ajang Lahirkan Bibit Atlet Berprestasi di Jawa Timur
Ia mengapresiasi langkah Kecamatan Asemrowo yang terus mendorong pengembangan kawasan pesisir berbasis penghijauan dan pemberdayaan masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang selama ini konsisten menjaga kawasan pesisir. Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Lingkungan Hidup akan terus mendukung dan memperkuat kolaborasi bersama kecamatan serta masyarakat dalam menjaga kawasan pesisir utara Surabaya,” ujarnya.
Menurutnya, pengembangan kembali wisata Sontoh Laut bukan hanya soal destinasi wisata, tetapi juga menjadi upaya bersama dalam menjaga lingkungan sekaligus mengangkat kembali kebanggaan masyarakat Asemrowo.
Sementara itu, Camat Asemrowo, Muhammad Khusnul Amin, menyampaikan bahwa kegiatan penanaman mangrove berjalan lancar berkat dukungan berbagai pihak.
Baca juga: P3I Jatim Angkat Suara: Pajak 400 Persen Bukan Regulasi, Tapi Tekanan
“Alhamdulillah, penanaman 3.000 bibit mangrove di kawasan Asemrowo berjalan lancar berkat kolaborasi berbagai pihak, mulai dari lembaga, instansi terkait, perguruan tinggi, hingga komunitas. Kegiatan ini bukan sekadar aksi tanam, tetapi menjadi langkah awal menuju pengembangan Kampung Wisata Sontolaut berbasis penghijauan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, ke depan kawasan tersebut akan diarahkan menjadi destinasi wisata hijau yang melibatkan pelaku usaha dan masyarakat setempat. Konsep tersebut dinilai tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga.
Selain itu, program ini juga menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat melalui penguatan kewirausahaan dan digitalisasi usaha agar masyarakat mampu berkembang secara mandiri dan berkelanjutan.
Baca juga: Perwali 73/2025 Disahkan Diam-Diam? P3I Jatim Pertanyakan Keadilan Pengelolaan Titik Reklame
“Kegiatan ini nantinya akan diagendakan secara rutin dengan melibatkan PRT, PRW, dan PLBMK sebagai penggerak di lapangan untuk mengedukasi sekaligus memotivasi masyarakat,” tambahnya.
Penanaman mangrove ini menjadi langkah nyata dalam menjaga kawasan pesisir dari kerusakan lingkungan sekaligus membuka peluang baru di sektor wisata dan ekonomi masyarakat. Kawasan Sontolaut pun diharapkan mampu berkembang menjadi wisata hijau yang memberi manfaat bagi lingkungan serta meningkatkan kesejahteraan warga secara berkelanjutan. (Tim. Mhs UTM)
Editor : Redaktur