DUET MAUT AULIA ZULFA RAMADHANI-GENDHIS KEMBALI SUMBANG MEDALI EMAS UNTUK JAWA TIMUR

JAKARTA, HNN - Gemuruh tepuk tangan di Stadium Akuatik Gelora Bung Karno sore ini bukan sekadar seremoni biasa. Di bawah langit Senayan, sebuah standar baru dalam seni olahraga air telah dipancangkan. Jawa Timur secara resmi mengukuhkan diri sebagai penguasa tak tertandingi dalam cabang Renang Artistik Kejurnas Akuatik 2026, setelah duet andalannya kembali menyapu bersih medali emas di hari terakhir kompetisi.

Simfoni Visual yang Menghipnotis

Baca Juga: Papua Athletics Center Juara Umum Kejuaraan Atletik Jatim Open 2026

Tampil di nomor Open Women Free, pasangan Aulia Zulfa Ramadani dan Gendhis Syarifah Irfaniar menyuguhkan penampilan yang lebih menyerupai puisi visual daripada sekadar kompetisi atletik. Gerakan mereka begitu lentur, elastis, dan nyaris tanpa beban—seolah-olah air bukan lagi rintangan, melainkan panggung dansa yang patuh pada kendali mereka.

Kombinasi kekuatan fisik yang eksplosif dengan kelembutan yang memikat membuat setiap transisi gerakan terasa sangat presisi mengikuti dentum musik. Dewan juri tampak tertegun, seolah "tersihir" oleh sinkronisasi dua pelajar asal SMPN 1 dan SMPN 2 Sidoarjo ini. Hasilnya tak terbantahkan: skor fantastis 82,7167 membawa mereka ke podium tertinggi, jauh meninggalkan lawan-lawannya.

Emas Ganda: Bukti Konsistensi

Kemenangan ini melengkapi torehan emas mereka sebelumnya di nomor Women Duet Technical Open. Dengan dua medali emas di leher, Aulia dan Gendhis membuktikan bahwa kesuksesan ini bukanlah kebetulan, melainkan hasil dari disiplin tingkat tinggi di bawah bendera Sidoarjo Aquatic Club (SAC).

"Ini adalah buah dari dukungan kolektif. Mulai dari pelatih, SAC, orang tua, hingga sekolah yang selalu memberi ruang bagi kami untuk terus berlatih," ujar Aulia dan Gendhis dengan rendah hati usai Upacara Penghormatan Pemenang (UPP).

Baca Juga: UNESA Gelar ‘Karpet Merah’ dan Amunisi Sport Science untuk Porprov X 2027

Tangan Dingin Pelatih dan Dukungan Sistemis

Di balik gemerlap emas tersebut, sosok Sabrina Septi menjadi kunci. Sang pelatih menyebut tidak ada rahasia khusus selain karakter atletnya. "Ketekunan mereka yang membuat segalanya mudah. Mereka menyerap instruksi dengan hati, itulah mengapa gerakan mereka bisa begitu hidup dan selaras," ungkap Sabrina.

Keberhasilan ini juga menjadi validasi atas program Kelas Khusus Olahraga (KKO) yang dicanangkan Disporapar Sidoarjo. Kepala Sekolah SMPN 2 Sidoarjo, Gufron, bersama Kadisporapar Sidoarjo, Yudhi Iriyanto, menyatakan bahwa sinergi pendidikan dan olahraga adalah kunci lahirnya talenta kelas dunia seperti Aulia dan Gendhis.

Baca Juga: Green Force Persebaya Habisi Arema FC 0-4 di Bali 

Dominasi Jawa Timur: Emas dan Perak dalam Genggaman

Pesta Jawa Timur semakin lengkap setelah medali perak juga berhasil diamankan oleh duet Jatim lainnya, Davina Salsabila Handaka Putri dan Grace Sudargo, dengan nilai 74,7250. Sementara itu, medali perunggu jatuh ke tangan pasangan Jawa Tengah, Claudia Ivone Purwanto dan Ninggar W, dengan poin 70,9584.

Hari ini, Senayan menjadi saksi bahwa Jawa Timur bukan hanya sekadar peserta, melainkan kiblat baru renang artistik Indonesia.(M Fasichullisan).

Editor : Redaktur