DPW ALFI Jatim Fasilitasi Anggota Sampaikan Unek-unek Lewat Coffe Morning

SURABAYA,HNN - Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia / Indonesian Logistics and Forwarders Association (DPW ALFI/ILFA) Jawa Timur kembali menggelar kegiatan Coffee Morning bersama para anggota dan pemangku kepentingan lakukan mediasi membahas kelancaran layanan operasional terminal petikemas di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, termasuk kelancaran Bongkar Muat di PT Terminal Teluk Lamong (TTL), PT. Terminal Petikemas Surabaya (TPS).

Kegiatan ini turut hadir Dirut Terminal Teluk Lamong (TTL) David Sirait, juga perwakilan dari KSOP Utama Tanjung Perak, Kepala Kantor Bea Cukai Tanjung Perak, perwakilan Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jawa Timur, serta perwakilan Pelindo Group beserta perusahaan Ekspor/Impor.

Baca Juga: Semangat Nusantara Menggema di Fun Walk Dies Natalis AMN Surabaya

Ditengah peserta acara coffee morning, David Dirut TTL memberi pemaparan semua kelancaran operasional di Terminal Teluk Lamong baik responsif para pengguna jasa jika menghubungi melalui yang siap WA 24 jam jika masih ada gendala ia bisa dihubungi langsung. Namun, dalam Dialog para peserta pengguna jasa keberatan penjelasan David.

“Bahwa di TTL masih terbilang mahalnya biaya tarif progresif (denda) akibat barang menginap melebihi batas waktu (masa bebas/ free time) dan operasional jika ada kendala responshif masih lamban”, ungkap seseorang peserta saat dialog.

Menanggapi hal dialog unek-unek peserta, Ketua DPW ALFI/ILFA Jawa Timur Sebastian Wibisono kepada media mengatakan, ini sebetulnya kegiatan yang terus dilaksanakan yang juga dhadiri Dirut TTL yang tak kala pentingnya hadir dari regulator pemerintahan termasuk instansi terkait hawa ini salah satu kolaborasi dan komunikasi yang baik. Sehingga tercipta pelayanan lancar dan yang baik.

Mengenai responsif dan usulanmpara teman anggota ALFI Jatim mengenai operasional di TTL, “Akan kita catat dan sebagai pengurus akan mengawal ini, sehingga tidak akan berhenti hanya di acara Coffe Morrning. Sebagai usulan harus tetap bisa di jalankan, terutama terminal yang banyak PR terkait peralatan, layanan waktu sehingga kita tetap memantau dan mengawalnya”, jelas Sebastian di Hotel Arcadia Surabaya, Rabu (20/5/2026)

Kata Sebstian, intinya bagi kami simpel saja efektifitas dan Efisiensi biaya, fungsinya itu dari semua komponen lni bagaimana semua bisa mengefesienkan juga efektif kerjanya. Dalam pelayanan yang baik yang berkesenambungan. Maka kesempatan ini anggota bisa langsung nerkomunikasi dari pihak yang mengelolah pihak terminal dalam acara Coffe Morrning.

Disinggung pengaruh adanya peperangan di Timur Tengah, Sebastian menjelaskan, secara tifak langsung pastinya berpengaruh karena bahan bakar kita ketahui sedang naik dan tengah tekanan global, sektor logistik nasional saat ini menghadapi tantangan cukup berat, terutama akibat pelemahan nilai kurs tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Dalam beberapa pekan terakhir.

Sementara rupiah sempat menyentuh level terendah hingga kisaran Rp17.500–Rp17.670 per dolar AS. Pelemahan tersebut dipicu oleh tingginya harga minyak dunia, ketegangan geopolitik global, serta keluarnya arus modal asing dari pasar domestik.

Kondisi tersebut turut berdampak pada, “Dunia usaha logistik dan kepelabuhanan, khususnya terhadap kenaikan biaya operasional, freight cost, biaya sewa kapal, suku cadang alat bongkar muat, hingga biaya handling yang sebagian besar masih bergantung pada mata uang dolar AS,” pungkasnya. (Red)

Baca Juga: Pemilik Bangunan di Kampung Seng Pertanyakan Penertiban Izin Baru Oleh Pemkot 

 

 

 

 

 

Baca Juga: Kasus BBM Subsidi Bangkalan Martolo Pemilik SPBN Didakwa, Tapi Tidak Ditahan

 

 

 

 

 

Editor : Redaktur