PN Surabaya Kini Lebih Humanis Dan Inklusif, Pelayanan Makin Ramah Dan Profesional

Surabaya, HNN - Memasuki ruang Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, pengunjung akan langsung merasakan suasana yang berbeda. Ruangan yang kini tampil elegan dan tertata rapi ini menghadirkan rasa nyaman yang memudahkan para pencari keadilan menjalani proses hukum.

Bukan hanya suasana yang mendukung, keramahan para petugas di PTSP pun menjadi magnet tersendiri. Senyuman dan sapaan hangat dari petugas membuat pengunjung merasa lebih dihargai dan dimanusiakan, terutama dalam proses yang seringkali penuh tekanan seperti urusan hukum.

Baca Juga: Curangi Takaran Minyak Kita, Terdakwa Sukiman Divonis 10 Bulan Tampa Menjalani

Sekretaris PN Surabaya, Jitu Nove Wardoyo, SH., MH., menyampaikan bahwa sejak tahun 2024, Pengadilan Negeri Surabaya terus melakukan berbagai pembenahan secara internal.

"Kami melakukan pembenahan di internal PN Surabaya seperti di PTSP terlihat sangat elegan sekarang ini, karena kami fokus memberikan pelayanan sangat baik kepada masyarakat Surabaya serta khususnya Jawa Timur," ujar Jitu saat meninjau langsung area PTSP, Jumat (16/05/25)

Menurutnya, transformasi ini merupakan bagian dari upaya reformasi layanan publik yang lebih profesional, transparan, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

Selain pembaruan infrastruktur, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) juga menjadi prioritas utama. Petugas PTSP maupun petugas keamanan kini dibekali dengan pelatihan sikap humanis dan pelayanan yang lebih bersahabat.

Jitu menegaskan bahwa pelayanan hukum tidak hanya soal administrasi, tapi juga bagaimana memberikan rasa aman dan nyaman kepada setiap warga yang datang mencari keadilan.

PN Surabaya juga menunjukkan komitmennya terhadap pelayanan inklusif, khususnya bagi penyandang disabilitas. Dalam kolaborasinya dengan komunitas disabilitas, berbagai fasilitas kini telah disediakan untuk memastikan aksesibilitas yang setara.

Baca Juga: Modus Proyek Kelurahan, Devy Indriyani Didakwa Gelapkan Dana Rp 273 Miliar

"Terlihat pintu masuk depan ada keramik blok yang terpasang hingga ruang PTSP," ungkapnya.

Tak hanya itu, toilet khusus disabilitas serta akses menuju ruang persidangan juga telah disiapkan demi kenyamanan mereka. PN Surabaya bertekad menjadikan pengadilan sebagai ruang publik yang ramah bagi semua golongan.

"Sehingga penyandang disabilitas saat nyaman datang ke PN Surabaya, kami pun memberikan pelayanan yang maksimal kepada mereka," pungkasnya

Jitu mengungkapkan bahwa di bawah kepemimpinan Ketua PN Surabaya Dr. Rustanto, SH., MH., berbagai perubahan ruang sidang juga telah dilakukan. Ruangan yang sebelumnya terasa sempit kini telah diperluas dan ditata ulang untuk menghadirkan kenyamanan saat persidangan.

Baca Juga: Ahli Pidana Tegaskan Bahwa Perkara Sianida Masuk Sanksi Administratif

Terkait pelaksanaan sidang offline, Jitu menyebut bahwa koordinasi sudah dilakukan dengan instansi terkait.

"Saya sudah bersurat ke instansi terkait, rencananya sidang offline bulan Juni ini. Kalau kami sudah siap untuk sidang offline secara keseluruhan," ungkapnya.

Langkah progresif yang dilakukan PN Surabaya menjadi representasi wajah baru peradilan Indonesia yang lebih inklusif, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik. Dengan semangat pembenahan berkelanjutan, PN Surabaya ingin memastikan bahwa keadilan dapat diakses oleh siapa pun, tanpa batas. (Rif)

Editor : Redaktur