SURABAYA, HNN – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura menggelar konsolidasi Tim Task Force bersama jajaran DPD, DPC, serta anggota DPRD Partai Hanura se-Jawa Timur. Konsolidasi yang berlangsung di Hotel Platinum Tunjungan, Surabaya, Selasa (22/9/2026), menjadi bagian dari agenda penguatan struktur organisasi Hanura menghadapi tahapan Pemilu 2029.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Tim Task Force DPP Partai Hanura, di antaranya Sekretaris Tim Task Force Hanurani Prajanto, Bendahara Task Force Indah Sri Rejeki, serta Ratna Ester Lumban Tobing, Yoshi Indra Pramana, Enny Maryani dan Che Stevan Raihan Capella.
Koordinator Bidang Teknis Task Force, Yoshi Indra Pramana, memaparkan perkembangan struktur organisasi Partai Hanura di Jawa Timur berdasarkan data yang dihimpun melalui sistem pusat.
Dari pemutakhiran tersebut, masih terdapat sejumlah daerah yang perlu menyelesaikan proses administrasi dan input data. Sebagian daerah telah dinyatakan lengkap, sementara daerah lainnya masih menunggu proses input maupun penerbitan Surat Keputusan (SK).
Kondisi tersebut menjadi salah satu fokus konsolidasi untuk memastikan struktur organisasi Hanura di Jawa Timur dapat tertata dan terdata secara menyeluruh.
Wakil Ketua Umum sekaligus Ketua Tim Task Force DPP Partai Hanura, Patrice Rio Capella, mengatakan konsolidasi organisasi telah dilakukan di sejumlah provinsi sebagai bagian dari upaya mempercepat pembentukan dan penguatan struktur partai hingga tingkat bawah.
Menurut Patrice, penguatan struktur tidak hanya diarahkan untuk memenuhi persyaratan sebagai peserta Pemilu 2029, tetapi juga membangun organisasi yang mampu menjalankan fungsi politiknya hingga ke tengah masyarakat.
“Kalau sekadar ikut menjadi peserta Pemilu 2029, itu hanya menambah jumlah partai peserta pemilu,” ujar Patrice.
Ia mengatakan Hanura ingin membangun struktur yang benar-benar hidup dan memiliki keberadaan yang jelas di setiap wilayah. Salah satu langkah yang didorong adalah pemasangan papan nama Hanura pada tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC) maupun struktur organisasi di bawahnya.
Menurut Patrice, papan nama tersebut bukan sekadar atribut organisasi, tetapi juga menjadi penanda keberadaan Partai Hanura di tengah masyarakat.
“Maka ada 7.300 papan nama Hanura tersebar di seluruh Indonesia. Jadi kalau misalnya dia jalan di satu kecamatan, dia lihat, partai apa yang gambar singa? Oh, Hanura,” katanya.
“Dari mana ada yang tahu Hanura? Dari papan mereknya,” lanjut Patrice.
Ia menambahkan, pemasangan papan nama merupakan salah satu bagian dari strategi untuk meningkatkan pengenalan masyarakat terhadap keberadaan dan struktur Partai Hanura di berbagai daerah.
Patrice menjelaskan, konsolidasi di Jawa Timur merupakan bagian dari agenda konsolidasi nasional yang dilakukan Tim Task Force DPP Partai Hanura. Jawa Timur menjadi provinsi ke-18 dari total 38 provinsi yang menjadi sasaran kunjungan konsolidasi tim tersebut.
“Partai Hanura di Jawa Timur sudah on the track, ongoing process,” ujar Patrice.
Ia menyebut proses konsolidasi organisasi di Jawa Timur masih berlangsung dan ditargetkan dapat diselesaikan sekitar pertengahan hingga akhir Oktober 2026. Pengurus di daerah diminta menyelesaikan berbagai kebutuhan administrasi, pemutakhiran data, serta struktur organisasi yang masih dalam proses.
Selain pembenahan struktur, Partai Hanura mulai mempersiapkan tahapan penjaringan bakal calon anggota legislatif untuk Pemilu 2029. Proses tersebut, kata Patrice, akan dipersiapkan mulai 2027 hingga 2028.
Hanura juga membuka ruang penjaringan bagi kalangan muda dan perempuan untuk dipersiapkan sebagai bakal calon anggota legislatif.
“Pada 2027 akan datang, sampai 2028 itu Hanura akan mempersiapkan bakal calon anggota legislatif. Kita akan lakukan penjaringan tokoh-tokoh anak muda, perempuan, untuk dipersiapkan menjadi caleg dari Partai Hanura,” ujarnya.
Konsolidasi Tim Task Force DPP Partai Hanura di Jawa Timur dengan demikian tidak hanya berfokus pada penyelesaian administrasi organisasi. Agenda tersebut juga diarahkan pada penguatan struktur hingga tingkat bawah, peningkatan keberadaan partai di tengah masyarakat, serta persiapan kaderisasi dan penjaringan bakal calon legislatif untuk menghadapi tahapan Pemilu 2029.
Untuk sementara, jajaran pengurus Hanura di Jawa Timur diminta menyelesaikan data dan struktur organisasi yang masih dalam proses sebelum agenda konsolidasi ditargetkan rampung pada Oktober 2026. (Mina, Ayu)
Editor : D1N