SURABAYA, HNN – KONI Jawa Timur bergerak cepat mematangkan persiapan menuju PON Bela Diri II Tahun 2026 dengan memanggil delapan cabang olahraga unggulan. Selain menyusun program latihan dan pemetaan lawan, KONI Jatim juga menegaskan hanya atlet berprestasi yang akan diberangkatkan demi menjaga target medali.
Salah satu langkah yang diambil adalah melakukan koordinasi intensif dengan delapan cabang olahraga (cabor) yang akan berlaga pada ajang tersebut.
Baca juga: LaNyalla Hadiri Rakernas KONI 2026, Bahas Strategi Olahraga Nasional dan Tuan Rumah PON 2032
Koordinasi berlangsung di Kantor KONI Jatim pada 2–3 Juni 2026. Dalam pertemuan itu, KONI Jatim membahas berbagai aspek persiapan, mulai dari penentuan pelatih dan atlet, program penguatan latihan, pemetaan kekuatan lawan, jumlah nomor pertandingan yang diikuti, hingga target perolehan medali.
Ketua KONI Jatim, Muhammad Nabil, menegaskan bahwa pihaknya akan menerapkan seleksi ketat terhadap atlet yang akan diberangkatkan ke PON Bela Diri 2026.
Menurutnya, hanya atlet yang memiliki rekam jejak meraih medali emas atau minimal perak di level nasional yang berpeluang masuk tim Jawa Timur.
Kebijakan tersebut diambil sebagai bagian dari efisiensi anggaran sekaligus memastikan kontingen Jawa Timur diisi atlet yang benar-benar memiliki peluang meraih prestasi.
“Kalau standarnya hanya perunggu, tidak akan kami kirim untuk mengikuti PON Bela Diri. Targetnya adalah emas dan minimal perak. Di luar itu, mohon maaf, tidak kami usulkan menjadi peserta PON Bela Diri,” ujar Nabil, Rabu (3/6/2026).
Nabil menegaskan bahwa PON Bela Diri bukan ajang untuk menambah pengalaman bertanding atau mencari jam terbang bagi atlet muda. Menurutnya, kompetisi ini merupakan ajang prestasi yang menuntut setiap daerah mengirimkan atlet terbaik.
Karena itu, proses rekrutmen atlet harus berdasarkan pencapaian yang terukur dan konsisten dalam berbagai kejuaraan.
“Tidak ada istilah mencari jam terbang di sini. Tempatnya ada di event-event sebelumnya. Rekrutmen atlet juga tidak bisa dilakukan secara mendadak. Harus ada rekam jejak yang berkelanjutan dan konsisten meraih kemenangan,” katanya.
Usai rapat koordinasi, masing-masing cabor diminta meningkatkan intensitas latihan dan menjalankan program penguatan atlet sesuai kebutuhan. KONI Jatim juga akan melakukan pemantauan rutin terhadap perkembangan atlet melalui serangkaian evaluasi dan tes fisik.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh atlet yang diproyeksikan tampil di PON Bela Diri 2026 berada dalam kondisi terbaik saat memasuki masa pertandingan.
Dengan kualitas atlet yang telah memiliki rekam jejak prestasi nasional serta dukungan program latihan yang terukur, KONI Jatim optimistis mampu menjadi salah satu kekuatan utama dalam perburuan medali.
Baca juga: Ratusan Massa Kepung Pemkot Blitar, Wali Kota: Ini Menyangkut Masa Depan Olahraga
“Ada beberapa cabor yang insyaallah menjadi andalan kami,” tutur Nabil.
Pada PON Bela Diri II 2026, terdapat delapan cabang olahraga yang akan dipertandingkan, yaitu:
Muaythai
Kickboxing
Anggar
IBCA MMA
Baca juga: Jelang Pengumuman Ketua KONI Blitar, Gelombang Surat Terbuka Menguat, Akankah Muncul Aksi Penolakan?
Hapkido
Yongmoodo
Kurash
Tinju
Jawa Timur menargetkan hasil maksimal dari delapan cabor tersebut guna memperkuat posisinya sebagai salah satu provinsi dengan tradisi prestasi olahraga terbaik di Indonesia.
Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri 2026 akan digelar pada Oktober nanti di Manado, Sulawesi Utara. (d43n9)
Editor : D1N