SIDOARJO, HNN – PT Puspa Agro Jatim terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi melalui peluncuran website puspaagrojatim.id sebagai platform digital untuk penyewaan lapak, lahan usaha, hingga pembayaran online. Langkah ini diharapkan mampu memperluas pasar, meningkatkan transparansi layanan, sekaligus menarik minat generasi muda untuk terlibat dalam sektor agribisnis modern.
PT Puspa Agro Jatim resmi meluncurkan website puspaagrojatim.id sebagai sarana digital yang memudahkan pelaku usaha mengakses berbagai layanan di kawasan Pasar Induk Puspa Agro. Melalui platform tersebut, proses pendaftaran lapak, penyewaan stan maupun lahan usaha, hingga pembayaran kini dapat dilakukan secara daring.
Baca juga: M.Diah Agus Muslim Dirut Puspa Agro Akan Genjot Perdagangan Di Jatim
Peluncuran website ini menjadi bagian dari transformasi digital yang tengah dilakukan perusahaan untuk meningkatkan efisiensi pelayanan sekaligus memperluas jangkauan pasar. Selain memudahkan transaksi, sistem digital tersebut juga diharapkan mampu menjangkau konsumen dan pelaku usaha dari kalangan generasi muda yang lebih akrab dengan teknologi.
Komisaris Utama PT Puspa Agro, Fairouz Huda, mengatakan digitalisasi menjadi langkah penting untuk memperkuat posisi Puspa Agro sebagai pusat perdagangan komoditas pertanian yang modern.
"Dengan adanya website ini, kami berharap dapat menjangkau pasar Gen Z dan membuka akses yang lebih luas bagi anak-anak muda untuk mengenal serta terlibat dalam sektor agribisnis," ujarnya saat peluncuran website di kawasan Pasar Induk Puspa Agro, Selasa (2/6/2026).
Menurut Fairouz, website tersebut nantinya tidak hanya menjadi media informasi, tetapi juga menjadi pusat transaksi digital yang terintegrasi dengan berbagai platform media sosial. Tahap awal integrasi dilakukan dengan TikTok dan akan dikembangkan ke Instagram maupun Facebook.
Sementara itu, Direktur Utama PT Puspa Agro, M. Diah Agus Muslim, menegaskan bahwa digitalisasi layanan juga bertujuan menciptakan tata kelola yang lebih transparan dan akuntabel.
"Semakin sedikit proses tatap muka, maka peluang terjadinya pelanggaran juga semakin kecil. Karena itu kami mendorong seluruh proses administrasi dilakukan secara digital," katanya.
Saat ini PT Puspa Agro mengelola lahan seluas sekitar 50 hektare dengan tingkat okupansi yang masih terbuka hingga 50 persen. Area tersebut terdiri dari berbagai jenis stan, bangunan usaha, dan lahan yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha di sektor pertanian, perikanan, peternakan, maupun perdagangan hasil pangan.
Berbagai fasilitas pendukung juga telah disiapkan, mulai dari tiga gudang kering, dua fasilitas cold storage, hingga area nursery untuk mendukung kegiatan pembibitan dan pengembangan komoditas pertanian.
Dengan sistem online yang diterapkan, calon penyewa dapat mengetahui ketersediaan lapak dan lahan secara real time, melakukan pemesanan, serta menyelesaikan pembayaran melalui layanan perbankan tanpa harus datang langsung ke lokasi.
Agus Muslim optimistis langkah digitalisasi ini akan memperkuat daya saing Puspa Agro sekaligus menjadi jembatan yang menghubungkan petani, pelaku UMKM, pedagang, dan konsumen dalam satu ekosistem bisnis yang lebih modern.
"Ini bukan sekadar peluncuran website, tetapi bagian dari upaya membangun ekosistem agribisnis yang lebih efisien, transparan, dan mampu mengikuti perubahan perilaku pasar di era digital," pungkasnya. (d43n9)
Editor : D1N