Persipura Tumbang 1–3 dari RANS, Kegagalan Penalti dan Hilangnya Fokus Jadi Petaka

Reporter : D1N

SIDOARJO, HNN - Persipura Jayapura harus menelan kekalahan 1–3 dari RANS Nusantara FC dalam lanjutan Pegadaian Championship 2026/2027 di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Jumat (9/10/2026). Dua gol Jan Marten Hoel Andersen dan satu gol Dirk Lukas Auri menghukum tuan rumah yang kehilangan ketenangan, menyia-nyiakan peluang, dan terlambat menemukan jalan untuk bangkit.

Gol Reno Salampessy pada menit ke-89 hanya memperkecil selisih skor. Ketika pertandingan mendekati akhir, kerusakan sudah telanjur terjadi. RANS pulang membawa tiga poin, sedangkan Persipura harus menanggung kekalahan yang memperlihatkan rapuhnya respons mereka ketika berada dalam tekanan.

Baca juga: Timnas Indonesia U 20 TC : Magis Surabaya Kawal Garuda Nusantara Menuju Asia

Pertandingan berjalan dengan satu perbedaan mendasar: RANS lebih efektif memanfaatkan kesempatan, sementara Persipura gagal mengubah tekanan menjadi gol. Tuan rumah berusaha mengejar ketertinggalan, tetapi ketergesaan dalam mengambil keputusan justru membuat upaya mereka kehilangan ketajaman.

RANS membuka keunggulan melalui Andersen pada menit ke-25. Gol tersebut menjadi titik balik yang memaksa Persipura mengubah pendekatan permainan. Namun, alih-alih segera menemukan keseimbangan, Mutiara Hitam justru kesulitan menjaga konsentrasi dan membangun serangan dengan penyelesaian yang efektif.

Memasuki babak kedua, tekanan Persipura belum menghasilkan gol balasan. Sebaliknya, RANS kembali menghukum tuan rumah. Dirk Lukas Auri menggandakan keunggulan pada menit ke-56, sebelum Andersen mencetak gol keduanya pada menit ke-63. Skor 3–0 membuat Persipura menghadapi jalan terjal untuk menyelamatkan pertandingan.

Peluang untuk memperkecil ketertinggalan sempat terbuka melalui tendangan penalti. Namun, Yohanes Ferinando Pahabol gagal menaklukkan kiper RANS, Andrika Fathir Rachman. Kesempatan yang seharusnya menjadi pintu kebangkitan itu pun terbuang.

Persipura akhirnya mencetak gol melalui Reno Salampessy pada menit ke-89. Namun, gol tersebut datang ketika waktu semakin menipis. Tidak ada cukup ruang bagi tuan rumah untuk mengejar ketertinggalan tiga gol.

Regi Aditya mengakui pemain kehilangan fokus

Pelatih Persipura, Regi Aditya, mengakui gol pertama RANS membuat pemainnya kehilangan konsentrasi. Keinginan untuk segera membalas justru memicu ketergesaan, sementara peluang yang diperoleh gagal dikonversi menjadi gol.

“Gol RANS Nusantara oleh Jan Marten Hoel Andersen membuat pemain kehilangan fokus dan selalu terburu-buru untuk membalas. Peluang demi peluang tidak bisa dikonversi menjadi gol. Itu yang membuat pemain sedikit frustrasi,” ujar Regi.

Pernyataan tersebut menggambarkan persoalan yang dihadapi Persipura. Ketika tertinggal, tim kesulitan menjaga ketenangan dan ketepatan mengambil keputusan. Tekanan untuk menyamakan kedudukan tidak diimbangi efektivitas penyelesaian akhir. Kegagalan penalti semakin memperberat situasi yang sudah sulit.

Regi mengambil tanggung jawab atas hasil tersebut dan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Papua.

“Saya bertanggung jawab atas semua ini dan saya minta maaf kepada masyarakat Papua,” katanya.

Pemain Persipura, Rafael Sunuk, juga menyampaikan penyesalan kepada para pendukung timnya.

Baca juga: Jelang Persebaya vs Persib: Maung Bandung Bawa Modal 5-0, Tavares Siapkan Strategi di GBT

“Saya juga meminta maaf kepada masyarakat Papua dan pendukung Persipura Jayapura karena gagal total di laga ini,” ujarnya.

Permintaan maaf itu mencerminkan kekecewaan di kubu Mutiara Hitam. Namun, evaluasi tidak cukup berhenti pada penyesalan. Persipura perlu memperbaiki respons setelah kebobolan, meningkatkan efektivitas di depan gawang, dan menjaga organisasi permainan ketika tertinggal.

Kesabaran Kas Hartadi membawa RANS menang

Di kubu seberang, pelatih RANS Nusantara FC, Kas Hartadi, menilai para pemainnya mampu menjalankan strategi dengan baik. Kesabaran menunggu kesempatan dan memanfaatkan serangan balik menjadi bagian penting dari kemenangan di kandang lawan.

“Pemain sabar dan menunggu counter attack. Hasilnya seperti hari ini, kita bisa meraih kemenangan di kandang lawan,” kata Kas.

RANS tidak terpancing untuk bermain terburu-buru. Ketika Persipura meningkatkan tekanan, tim tamu mampu mempertahankan pendekatan permainan dan memanfaatkan kesempatan yang tersedia. Tiga gol yang tercipta memperlihatkan efektivitas RANS dalam menghukum kesalahan lawan.

Andersen menjadi pemain paling menentukan melalui dua golnya pada menit ke-25 dan ke-63. Ia menyebut kebebasan bermain dan kepatuhan terhadap instruksi pelatih sebagai bagian dari keberhasilan tim.

Baca juga: Liga 4 Piala Gubernur Jawa Timur : Pasuruan United Siap Show of Force di Stadion Pogar

“Saya bermain lepas dan menjalankan instruksi dari pelatih sehingga saya dan pemain lain saling mendukung dan bisa meraih kemenangan,” ujar Andersen.

Bagi RANS, kemenangan di Sidoarjo menjadi hasil dari permainan yang efektif dan kemampuan menjaga kesabaran. Sebaliknya, Persipura gagal mempertahankan ketenangan ketika pertandingan tidak berjalan sesuai harapan.

Kekalahan yang menuntut pembenahan

Kekalahan 1–3 ini menjadi pekerjaan rumah bagi Persipura dalam persaingan Pegadaian Championship 2026/2027. Tekanan dan peluang tidak cukup apabila gagal diakhiri dengan gol. Semangat mengejar ketertinggalan juga kehilangan arti ketika ketergesaan justru membuat permainan semakin sulit dikendalikan.

Kegagalan penalti menjadi salah satu momen penting, tetapi bukan satu-satunya persoalan. Persipura perlu membenahi ketenangan setelah kebobolan, efektivitas penyelesaian akhir, dan disiplin menjaga permainan ketika menghadapi tekanan.

RANS, sebaliknya, menunjukkan bagaimana kesabaran dan ketajaman dapat menentukan hasil pertandingan. Andersen membuka sekaligus menutup rangkaian gol timnya, sementara Auri memperlebar keunggulan pada awal babak kedua.

Di Gelora Delta, Persipura bukan hanya kehilangan tiga poin. Mereka juga gagal memanfaatkan kesempatan untuk bangkit ketika peluang masih terbuka. RANS menghukum setiap kelengahan dengan gol, sedangkan Mutiara Hitam terlambat menemukan ketajaman.( Mochammad Fasichullisan).

Editor : D1N

PERISTIWA
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru