SURABAYA, HNN - Surabaya tak sekadar menyiapkan tempat pertandingan untuk Porprov X Jawa Timur 2027. Sebagai tuan rumah, Kota Pahlawan mulai membangun ekosistem venue yang terintegrasi agar pelaksanaan pertandingan berjalan efektif, mobilitas kontingen lebih mudah, dan fasilitas yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Konsep tersebut menjadi bagian dari survei lanjutan yang dilakukan KONI Jawa Timur bersama Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata Kota Surabaya (Disbudporapar), KONI Kota Surabaya dan para Technical Delegate (TD) cabang olahraga, Rabu (7/10/2026).
Baca juga: Venue Tarung Derajat Belum Ideal, Venue Dojo Judo Perlu Disegarkan Jelang Porprov X Jatim 2027
Hadir dalam kegiatan tersebut Jeffry Tagore, Ketua Bidang Pertandingan PB Porprov X Jatim 2027, serta Dudi Harjanto, Kabid Pembinaan dan Prestasi (Binpres) KONI Jawa Timur yang juga menjabat Wakil Sekretaris Bidang Pertandingan PB Porprov X Jatim 2027.
Survei diawali di Pusdiklat Hanudnas, Kenjeran, yang dipetakan untuk cabang olahraga aerosport dan aeromodelling.
Dari kawasan tersebut, tim kemudian meninjau Kompleks Pantai Ria Kenjeran (Kenpark) untuk kebutuhan cabang olahraga bola voli pantai.
Survei berlanjut ke Gedung Wushu Jatim Kenpark untuk cabang olahraga wushu, kemudian menuju Bay Arena Kenjeran yang dipetakan untuk sepak bola mini.
Dari kawasan Kenjeran, tim kemudian bergerak menuju Pakuwon City untuk melakukan survei lokasi yang dipersiapkan bagi cabang olahraga gantole.
Peninjauan di Pakuwon City menjadi bagian penting dalam pemetaan karena cabor gantole memiliki karakteristik penyelenggaraan yang berbeda dibandingkan cabang olahraga yang berlangsung di arena indoor maupun lapangan konvensional.
Setelah dari Pakuwon City, rangkaian survei dilanjutkan ke Gedung Universitas Airlangga (Unair) Kampus C untuk melihat kesiapan venue taekwondo.
Dudi Harjanto mengatakan, survei kali ini tidak semata-mata mencari lokasi pertandingan, tetapi mulai melihat bagaimana seluruh venue dapat ditata sebagai bagian dari sistem penyelenggaraan Porprov.
“Kami tidak sedang sekadar mencari tempat untuk pertandingan. Kami sedang menyusun ekosistem venue Porprov di Surabaya. Bagaimana atlet datang, bertanding, berpindah venue, mendapatkan dukungan fasilitas, sampai pertandingan selesai, semuanya harus masuk dalam perencanaan,” ujar Dudi.
Menurutnya, pemetaan venue secara menyeluruh diperlukan agar penempatan cabang olahraga nantinya tidak dilakukan secara parsial. Setiap lokasi harus dilihat keterkaitannya dengan venue lain maupun akses bagi atlet, perangkat pertandingan dan kontingen.
“Survei hari ini kami arahkan untuk melihat bagaimana venue-venue yang ada di Surabaya bisa ditata menjadi satu kesatuan sistem penyelenggaraan. Jadi bukan hanya soal apakah tempatnya bisa digunakan, tetapi bagaimana penempatan pertandingan dapat dibuat efisien, mudah dijangkau, dan memberikan kenyamanan bagi atlet maupun kontingen,” jelasnya.
Baca juga: KONI Jatim Perluas Survei Venue Porprov X Jatim 2027, dari Lapangan Tembak hingga Olahraga Air
Sementara itu, Jeffry Tagore, Ketua Bidang Pertandingan Porprov X Jatim 2027, mengatakan survei menjadi bagian penting dalam penyusunan konfigurasi pertandingan. Tim tidak hanya menginventarisasi venue, tetapi juga melihat kemungkinan penempatan cabang olahraga berdasarkan karakter pertandingan dan kondisi kawasan.
“Survei ini kami jadikan dasar untuk menyusun konfigurasi pertandingan Porprov X Jatim 2027. Kami ingin melihat bagaimana cabang olahraga dapat ditempatkan secara proporsional berdasarkan karakter pertandingannya, kondisi kawasan, serta kemudahan dukungan penyelenggaraan,” kata Jeffry.
Ia menjelaskan, setiap venue memiliki karakter berbeda. Karena itu, pemetaan dilakukan secara bertahap agar tim pertandingan memperoleh gambaran menyeluruh sebelum menyusun pola pertandingan.
“Kami melihat venue tidak berdiri sendiri. Ada hubungan antara satu lokasi dengan lokasi lainnya. Karena itu, kami perlu memetakan secara keseluruhan agar penempatan cabor nantinya tidak saling berbenturan dan kebutuhan pertandingan bisa diatur dengan lebih efektif,” jelasnya.
Jeffry menambahkan, hasil survei lapangan akan menjadi bahan inventarisasi sebelum masuk pada tahapan pembahasan dan evaluasi lebih lanjut.
“Hal-hal yang terlihat kecil di lapangan bisa menjadi penting ketika pertandingan sudah berjalan. Karena itu, kami memilih melihat langsung kondisi venue, berdiskusi dengan pengelola dan mendengar masukan Technical Delegate. Semua temuan itu akan kami inventarisasi sebagai bahan penyusunan pertandingan,” ujarnya.
Menurut Jeffry, proses pemetaan masih akan terus berjalan. Data yang diperoleh dari setiap venue nantinya akan dikompilasi untuk mendapatkan gambaran yang lebih utuh mengenai kebutuhan pertandingan Porprov X Jatim 2027.
Baca juga: Setahun Jelang Porprov X Jatim 2027, Surabaya Mulai Matangkan Venue Pertandingan
“Kami masih dalam tahap pemetaan. Setelah seluruh data terkumpul, baru kami susun dan evaluasi bersama. Prinsipnya, kami ingin keputusan akhir mengenai venue memiliki dasar yang jelas dan dapat mendukung kelancaran seluruh rangkaian pertandingan,” tegasnya.
Dudi menambahkan, Surabaya memiliki banyak fasilitas yang dapat dioptimalkan untuk mendukung pelaksanaan Porprov. Karena itu, pemetaan dilakukan secara bertahap agar seluruh potensi tersebut dapat masuk dalam perencanaan penyelenggaraan.
“Kami sedang membangun peta besar venue Porprov. Dari peta itu nanti bisa terlihat cabang olahraga mana yang ideal ditempatkan di kawasan tertentu, bagaimana mobilitas atlet dan perangkat pertandingan, serta dukungan fasilitas di sekitarnya. Ini akan sangat membantu pengaturan pertandingan ketika pelaksanaan nanti,” katanya.
Survei venue tersebut merupakan bagian dari rangkaian persiapan Kota Surabaya sebagai tuan rumah Porprov X Jatim 2027. Pemetaan dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan unsur KONI Jatim, Pemkot Surabaya melalui Disbudporapar, KONI Kota Surabaya, pengelola venue dan Technical Delegate masing-masing cabang olahraga.
Hasil survei selanjutnya akan menjadi bahan evaluasi untuk penyusunan peta venue sekaligus konfigurasi pertandingan Porprov X Jatim 2027.
Dengan pola persiapan tersebut, Surabaya tidak hanya diposisikan sebagai kota tempat berlangsungnya pertandingan, tetapi dipersiapkan sebagai tuan rumah yang mampu mengintegrasikan venue, fasilitas, mobilitas kontingen dan kebutuhan pertandingan dalam satu sistem penyelenggaraan Porprov X Jatim 2027.
Editor : D1N