Bupati Trenggalek Meninjau Kesiapan Checkpoint Panggul

avatar Harian Nasional News

Trenggalek, HNN - Pemerintah Kabupaten Trenggalek membatasi akses masuk dan hanya memberlakukan 3 pintu masuk untuk mencegah penyebaran Corona Virus Desease 2019 (Covid 19).

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin dan segenap jajaran terkait, meninjau kesiapan Checkpoint di Kecamatan Panggul setelah memastikan 2 Checkpoint yang lain di Kecamatan Durenan dan Tugu.selasa 31/03/2020.

Baca Juga: Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara Indonesia Dukung PPKM Darurat

Menurut Mochamad Nur Arifin, bahwa pemberlakuan 3 pintu masuk bukannya untuk melockdown Trenggalek melainkan ditujukan untuk bisa mengidentifikasi pergerakan orang yang masuk Trenggalek sekaligus menentukan status mereka, apakah tidak ada indikasi apapun ataupun termasuk orang dalam resiko, orang dalam pemantauan ataupun pasien dalam pengawasan.

"Dengan begitu, memudahkan Pemeritah Trenggalek untuk memitigasi Covid 19 ini sekaligus menentukan langkah langkah yang bisa diambil. Apalagi pergerakan orang untuk mudik awal intensitasnya cukup tinggi sehingga menyebabkan angka ODR di Trenggalek melonjak drastis" ujar Nur Arifin.

Langkah ini segera diambil sebagai bentuk antisipasi, karena bila tidak dibatasi orang yang masuk semakin tidak terkendali dan tentunya akan menyulitkan untuk diidentifikasi.

Baca Juga: TNI-POLRI, Pemkab Sampang Bersama Jaga Masyarakat Dari Bahaya Covid-19

"Sebelum ada yang terkapar tentunya kita perlu mengambil langkah langkah antisipasi," tuturnya.

Lanjut Nur Arifin, "hari ini kita meninjau checkpoint Panggul karena rata-rata ini jalur JLS, jadi banyak bersentuhan dari Pacitan atau dari wilayah barat seperti Jakarta, maupun Jawa Barat, masuk ke wilayah Selatan masuknya lewat pos pantau ini".

Baca Juga: Kapolri Gandeng Panglima TNI Tininjau Bangkalan

Nur Arifin menambahkan bahwa Checkpoin ini berbeda dari beberapa checkpoint yang lain. Kalau yang lain punya wilayah yang cukup luas untuk bermanuver, disini ditempatkan di pinggir jalan, makanya kita butuh mengecek lagi butuh apa saja, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang bisa membawa beberapa Velbelt untuk odservasi. Dinas Pendudukan dan Pencatatan Sipil apakah ada sinyal. kita juga membawa portable modem untuk memasukkan data kependudukannya, dinas kesehatan melakukan protokol kesehatan yang cukup.

"Saya rasa cukup dan tinggal pak camat nanti mengkoordinasikan beberapa jalur. PU butuh penguatan untuk ditutup, karena biasanya digunakan kendaraan lain untuk alternatif masuk," tandasnya.(Geng/Rif)

Editor : Redaktur