Pacific Caesar Percaya Masa Depan Basket Surabaya Cerah Lewat Pembinaan Usia Dini

SURABAYA, HNN — Pacific Caesar Surabaya terus mempersiapkan regenerasi atlet melalui pembinaan pemain muda dan partisipasi di berbagai turnamen kelompok usia. Langkah tersebut dilakukan seiring meningkatnya kompetisi basket di Surabaya yang kini dinilai semakin kompetitif di level nasional.

Komitmen tersebut terlihat dalam kegiatan meet and greet para pemain Pacific Caesar yang digelar di Lobby Hotel Dafam Pacific Caesar Surabaya, Sabtu (23/5/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian bazar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berlangsung di halaman parkir Hotel Dafam Pacific Caesar Surabaya.

Pemain asing Pacific Caesar asal Amerika Serikat, Xavier Charles Cannefax, mengaku menikmati pengalaman pertamanya bermain di Surabaya. Menurutnya, cuaca di Surabaya memang cukup panas, namun suasana kota dan antusiasme masyarakat membuat dirinya merasa nyaman.

“First impression di Surabaya panas, tapi seru dan enjoy,” ujarnya.

Selama berada di Surabaya, Xavier juga mulai mengenal kuliner lokal. Ia sempat direkomendasikan mengunjungi bazar UMKM di depan Hotel Dafam. Meski mengaku tidak terlalu menyukai makanan pedas, Xavier tetap tertarik mencoba beberapa makanan khas Indonesia yang tidak terlalu pedas.

Ia juga berkesempatan mencicipi es dawet khas Indonesia. Menurutnya, minuman tersebut cukup enak meski terasa terlalu manis bagi dirinya yang memang tidak terlalu menyukai makanan maupun minuman manis.

Sementara itu, pemain Pacific Caesar, Gregorio Claudie Wibowo, menceritakan pengalamannya selama enam tahun membela tim asal Surabaya tersebut. Ia menilai Pacific Caesar memiliki perhatian besar terhadap pengembangan pemain muda.

“Di Pacific Caesar semangat latihannya lebih terasa. Ketika latihan dua kali sehari atau ada tambahan latihan, semua tetap semangat karena memang fokusnya pembinaan pemain muda,” ujarnya.

Menurut Gregorio, perkembangan basket di Surabaya juga semakin kompetitif. Banyaknya event basket antar sekolah maupun klub menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas atlet muda.

“Event basket di Surabaya sebenarnya sudah lumayan banyak, baik antar SMP, SMA, maupun klub. Jadi persaingannya juga cukup bagus untuk level nasional,” katanya.

Ia juga menilai kualitas pemain basket tingkat SMA di Surabaya cukup menjanjikan. Beberapa sekolah bahkan mulai menerapkan konsep student athlete sehingga siswa dapat mengembangkan kemampuan akademik sekaligus olahraga secara seimbang.

“Sekarang banyak pemain SMA yang bagus-bagus karena ada sekolah yang mendukung sistem student athlete,” tambahnya.

Pada kompetisi Indonesian Basketball League (IBL) musim ini, Pacific Caesar berada di peringkat 10 dari 11 tim peserta. Meski hasil musim ini belum maksimal, tim tetap optimistis menghadapi musim depan dengan fokus meningkatkan kondisi fisik pemain selama masa off-season.

“Persiapannya lebih ke fisik pemain, seperti gym dan latihan endurance supaya musim depan pemain lokal bisa lebih bersaing,” jelasnya.

Selain itu, pemain-pemain muda Pacific Caesar juga dipersiapkan melalui berbagai turnamen kelompok usia, termasuk kompetisi regional hingga internasional yang akan digelar dalam waktu dekat.

Pemain Pacific Caesar lainnya, Renard Ichthus Hernando, menilai dukungan pemerintah terhadap perkembangan olahraga basket di Surabaya mulai terlihat dalam beberapa tahun terakhir, terutama melalui kehadiran langsung pejabat pemerintah di berbagai pertandingan basket.

“Kalau dibanding dulu, sekarang perhatian pemerintah sudah cukup terasa. Mereka mau datang langsung menonton pertandingan, jadi support-nya cukup baik,” ungkap Renard.

Dengan semakin banyaknya kompetisi usia muda, dukungan pemerintah, serta pembinaan berkelanjutan dari klub profesional seperti Pacific Caesar, perkembangan basket di Surabaya dinilai memiliki potensi besar untuk terus bersaing di level nasional. (Tim.MhsUTM) 

Editor : Redaktur