SURABAYA, HNN - Gelaran Proliga 2026 tidak hanya menjadi panggung adu gengsi antar-klub voli elit tanah air. Di balik gemerlap lampu stadion dan sorak-sorai penonton, terdapat kekuatan "tak kasat mata" yang menggerakkan roda kompetisi. Universitas Negeri Surabaya (UNESA), yang akrab disapa "Rumah Para Juara", membuktikan diri sebagai poros utama pengembangan olahraga nasional dengan mendominasi distribusi tenaga ahli dan atlet di hampir seluruh klub peserta.
Meski tidak menurunkan tim secara institusi, jejak UNESA tertanam kuat dalam DNA Proliga tahun ini. Kampus ini bertransformasi menjadi "laboratorium hidup" yang menyuplai kebutuhan fundamental industri voli modern: mulai dari barisan atlet bintang hingga tenaga teknis berbasis data.
Baca Juga: Dominasi Tanpa Cela,LavAni Masih Terlalu Tangguh, Jakarta Garuda Jaya Tak Berdaya
Bukan Sekadar Otot, Tapi Strategi Berbasis Data
Era voli modern telah bergeser dari sekadar adu fisik menjadi adu strategi berbasis Sport Science. Di sinilah UNESA mengambil peran krusial. Sejumlah dosen, mahasiswa pascasarjana, hingga alumni dipercaya menduduki posisi strategis seperti analis statistik, psikolog olahraga, hingga analis performa di klub raksasa seperti Jakarta LaVani, Bhayangkara Presisi, hingga Jakarta Pertamina Enduro.
"UNESA memang tidak memiliki tim mandiri di Proliga, namun filosofi 'Rumah Para Juara' kami terwujud melalui distribusi SDM berkualitas. Kami adalah 'dapur' yang meracik kesiapan fisik dan strategi para pemain profesional di liga ini," ujar Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes. (Cak Hasan), Rektor sekaligus Guru Besar Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) UNESA.
Menurutnya, kehadiran para pakar UNESA memastikan setiap keputusan di lapangan diambil berdasarkan data akurat, bukan sekadar insting. Hal ini mencakup analisis kekuatan lawan hingga manajemen kebugaran pemain yang sangat ketat.
Dominasi Atlet di Lini Depan
Kekuatan UNESA semakin nyata jika melihat komposisi roster pemain. Nama-nama besar seperti Dio Zulfikri, Irpan, hingga talenta muda seperti Dawuda Alahimasslam dan Fauzan Nibras merupakan representasi mahasiswa aktif UNESA yang menjadi tulang punggung di klubnya masing-masing.
Baca Juga: Final Four Proliga 2026: Tolak Gaya Glamor, Gresik Petrokimia Pilih "Setia"
Tercatat, lebih dari 25 personil—mencakup atlet, ofisial, hingga mekanik tim—berasal dari rahim pendidikan UNESA. Distribusi ini tersebar merata di klub putra maupun putri, menjadikan UNESA sebagai penyumbang talenta terbesar dalam ekosistem Proliga 2026.
Menjaga Marwah Olahraga Nasional
Kehadiran Drs. Machfud Irsyada, M.Pd., sebagai Dewan Hakim semakin menegaskan bahwa pengaruh UNESA merambah hingga ke level pengambilan keputusan dan penegakan regulasi pertandingan.
Dengan peran ganda sebagai penyuplai atlet elit dan pusat tenaga ahli berbasis sains, UNESA membuktikan bahwa kesuksesan sebuah kompetisi nasional tidak hanya ditentukan oleh siapa yang mengangkat trofi di akhir musim.
Baca Juga: Gebrakan Baru! Unesa Jadi Kampus Pionir Olahraga Domino, Rektor ‘Cak Hasan’ Siap Wadahi Jadi UKM
Daftar Lengkap Skuad UNESA di Proliga 2026:
Tim Analis & Tenaga Ahli:
Bobby Ade Setiawan, M.Pd. (Dosen/Mahasiswa) – Match Analyst
Filda Syafira Razanah, M.Si. (Mahasiswa S2) – Psychologist
Dr. Muhammad, M.Pd. (Dosen) – Match Analyst
Muhammad Arja Bahaudin (Dosen/Mahasiswa) – Match Analyst
Ahmad Robi Al Fani (Mahasiswa S2) – Match Analyst
Lailiyah Syafaatuzzahra (Mahasiswa S1) – Masseur/Physical Recovery
Drs. Machfud Irsyada, M.Pd. (Dosen) – Dewan Hakim Proliga
Barisan Atlet (Mahasiswa S1 & S2):
Dio Zulfikri (S2)
Irpan (S2)
Dawuda Alahimasslam (S1)
Fauzan Nibras (S1)
Darda Mulya Muhammad (S1)
Bagas Wijanarko (S1)
Agustino (S1)
Putra Bagus Hidayat (S1)
Raden Kaya Solarya (S1)
Zaki Hasan Maulana (S1)
Hilarius Galang Bryantama (S1)
Muhammad Reyhan (S1)
Raihan Rizky Attorif (S1)
M. Haikal Hidayatullah (S1)
Muhammad Rizqi Baihaqi (S1)
Muhammad Shafa Pandya (S1)
Tristan Griffithy Nangin (S1)
Mayhasta Bethari Siswanto (S1)(M Fasichullisan )
Editor : Redaktur