Ketua DPD RI LaNyalla Minta Data Penerima BPNT Tuban Dicek Ulang

avatar Harian Nasional News

JAKARTA, HNN - Dicoretnya nama Nenek Darwati dari daftar penerima program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), mendapat sorotan dari Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti.

LaNyalla meminta Dinas Sosial Kabupaten Tuban, Jawa Timur, mengecek kembali data penerima BPNT agar lebih tepat sasaran.

Baca Juga: Semangati Santri Mardhotillah, LaNyalla Tekankan Pentingnya Akhlak di Tengah Tantangan Zaman

Menurut LaNyalla, masalah yang menimpa Nenek Darwati tidak boleh diabaikan begitu saja.

"Nenek Darwati ini hanya satu contoh kasus. Mungkin ada orang lain yang seharusnya menjadi penerima BPNT namun namanya tidak tercantum. Untuk itu, saya meminta seluruh Dinas Sosial, khususnya di Tuban, untuk mengecek kembali data yang mereka miliki. Sebab program BPNT harus tepat sasaran," katanya, Jumat (15/1/2021).

LaNyalla mengatakan masyarakat seperti Nenek Darwati harusnya tidak terlewatkan oleh Dinas Sosial. Terlebih, kondisinya sangat memprihatinkan.

Baca Juga: LaNyalla Resmi Jadi Wakil Ketua Dewan Penggerak MES, Perkuat Ekonomi Syariah Nasional

"Kasus seperti Nenek Darwati ini seringkali terjadi. Dan jelas kondisi ini membuat kita semua prihatin. Karena Nenek Darwati adalah lansia dan warga miskin yang tidak tentu penghasilannya. Ia sangat mengharapkan bantuan pemerintah untuk kelangsungan hidup sehari-hari. Pemerintah harus hadir untuk memastikan masyarakat mendapatkan haknya," tutur LaNyalla.

Alumni Universitas Brawijaya Malang ini dengan tegas meminta Dinas Sosial Kabupaten Tuban segera turun untuk memperbaiki data yang ril.

"Dinas Sosial harus turun mengecek kondisi ril dan memperbaiki data yang mereka miliki sesuai yang terjadi di lapangan. Jangan sampai bantuan jaring pengaman sosial jatuh kepada orang yang cukup mampu secara ekonomi," katanya

Baca Juga: LaNyalla Nilai Pidato Prabowo Jadi Penanda Kebangkitan Ekonomi Konstitusi

Menurut LaNyalla, jika data tidak segera diperbaiki, masalah ini dipastikan terjadi berulang-ulang.

"Hal ini tentu tidak adil dan tidak tepat sasaran. Dan masalah ini akan terus terjadi jika tidak ada pembaruan data, dengan melakukan pengecekan lapangan. Kita ingin program BPNT berjalan lancar, dan meringankan beban masyarakat," katanya.(d1n)

Editor : D1N

Opini   

PRABOWO SUBIANTO UNTUK INDONESIA RAYA

Oleh: HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy SAYA tertawa membaca sebuah meme yang sedang ramai berseliweran di media sosial. Bunyinya: "Prabowo bersama:…