Forsa Hebat Usut Dana Penerima BLT UMKM Yang Raib Di Bank BNI Sampang

avatar Harian Nasional News

Sampang,HNN - Berawal ketika penerima BLT UMKM  mengantri dengan waktu yang sangat lama saat mau mencairkan bantuan UMKM di bank BNI sampang, dengan besaran Nominal Rp.2.400.00 kemudian satpam bank meminta pada penerima untuk menitipkan ATM nya ke esokan harinya pada 23/12/20 korban ke BNI untuk menanyakan pencarian bantuan tersebut, ternyata hanya bisa kecewa karena sudah di ambil oleh orang lain dan sudah ada yang mencairkan.


Atas kejadian ini korban tidak terima dengan mekanisme bank BNI dan pihak bank bertele-tele beralasan masih mau berusaha mencari orang yang mencairkan karena sudah terekam cctv. Karena korban tidak puasdengan manajemen bank BNI akhirnya meminta bantuan  dan melimpahkan kuasa pada ormas Forum sampang hebat (Forsa Hebat).


Berdasarkan aduan dari korban, ketua Forsa hebat Nur Hasan mendatangi kantor cabang pembantu (Capem) BNI sampang untuk mengkonfirmasi kejadian tersebut, dia mempertanyakan tentang proses pencairan BLT UMKM tersebut sekaligus meminta pihak bank bertanggung jawab pada penerima bantuan. menurutnya kesalahan itu bukan kesalahan penerima tetapi murni kesalahan dari pihak bank yang sudah mencairkan uang pada orang yang tidak punya hak untuk meneriman.

"Setiap Nasabah atau penerima bantuan itu mempunyai Nomor PIN masing – masing, dan berbeda karena itu menjadi privasi yang harus dirahasiakan bagiamana bisa cair kalau yang datang mencairkan itu tampa identitas penerima. Kecuali pihak bank yang ikut memuluskan pencairan tersebut", ujuar Nur Hasan.


Nur Hasan menambahkan, ketika menemui Pimpinan Capem bank BNI sampang Senin 28/12/2020, guna  menanyakan  hal  tersebut ,pimpinan Capem BNI Sampang Majmoediarti mengaku sampai saat ini masih menyelidiki orang yang sudah mencairkan BLT UMKM tersebut, dan beralasan karena ketelodoran customer servis (Cs) menghadapi banyaknya jumlah penerima BLT UMKM. Sehingga ketika penerima datang mencairkan dan ada yang mengadu tidak bisa cair pihaknya langsung meriset dan mengganti nomor PIN.

Majmoediarti menjelaskan kepada kuasa korban bahwa, "Kemungkinan itu salah ngasih, tapi juga banyak penerima yang mengadu tidak bisa mencairkan karena ada kesamaan nama sehingga Cs kami merisetnya” dalihnya.


Wanita yang mengaku dengan panggilan Melly itu kemudian melihat  CCTV  tampak terekam yang melakukan proses pencairan yaitu seorang laki – laki, dan saat ini ia masih bertanggung jawab melakukan pengejaran dan berjanji akan menginformasikan pada penerima bila orang yang sudah melakukan pencairan ditemukan.

Nur Hasan menyikapi penjelasan dari pihak BNI, bahwa ini bukan teledor, diduga ada unsur kongkalikong oknum yang tidak bertanggung jawab.

"Dalam waktu dekat kami akan datang kembali menemui pihak Bank BNI guna untuk menindak lanjuti kasus ini agar tidak terjadi kepada nasabah- nasabah lainnya," pungkas nya,  (Anam)

Editor : Redaktur