SURABAYA, HNN - Forum Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Surabaya gelar deklarasi damai dan refleksi Hari Pahlawan 10 November di Titik Nol Jawa Timur atau Kantor Gubernur Jawa Timur, Jalan Pahlawan, Surabaya, dengan tegas menyatakan sikap bahwa mereka bukanlah bagian dari Gerakan Tolak Omnibus Law. Senin (9/11/2020).
Sebanyak 16 perwakilan mahasiswa dari 10 perguruan tinggi di Surabaya. Yaitu BEM Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), BEM Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMS), BEM STAIL Surabaya, BEM Universitas Bhayangkara (Ubara), BEM STAI Ar Rosyid, BEM Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKMS), BEM STAI Al Fitrah, BEM Taswirul Afkar, BEM Universitas Kristen Widya Mandala (UWM) dan, BEM Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
Para mahasiswa menyampaikan beberapa sikap atas dinamika yang terjadi terutama di Kota Surabaya, maka Forum BEM Surabaya mengajak seluruh elemen mahasiswa Surabaya untuk menjaga kondusifitas Kota Surabaya serta tetap mengawal issue yang sedang berkembang terkait disahkannya UU Omnibus Law dengan cara-cara akademis.
"Kami Forum BEM Surabaya tidak akan terlibat aksi-aksi anarkis yang dapat mengganggu kondusifitas Kota Surabaya. Mari jaga kota surabaya ini tetap kondusif," terang Ketua BEM Unesa sekaligus Presiden Mahasiswa Unesa, Moch Badrus Sholeh.
Forum BEM Surabaya juga mengajak mahasiwa mereflesikan peringatan Hari Pahlawan 10 November.
"Kami ingin mengajak seluruh elemen masyarakat terutama mahasiswa untuk merefleksikan peringatan Hari Pahlawan 10 November dengan semangat gerakan moral dan intelektual," tuntasnya. (*)
Editor : Redaktur