SURABAYA, HNN — HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy, tokoh yang dikenal sebagai Sang Surya Majapahit, menegaskan komitmennya untuk mengembangkan berbagai lini usaha strategis. Setelah hampir dua tahun berjuang menembus pasar ekspor benih bening lobster (BBL) ke Vietnam, ia kini optimistis melanjutkan rencana besar usahanya.
Khalilur menyebut perjalanan ekspor BBL penuh dinamika, bahkan menuding adanya ketidakjelasan aturan di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Namun, keputusan Presiden RI Prabowo Subianto pada 1 Agustus 2024 untuk menghentikan sementara ekspor BBL dan menarik kewenangan regulasi dari KKP menjadi titik balik baginya.
Baca juga: PANCA AMPERA Menggema dari Madura: Gus Lilur Serukan Keadilan bagi Petani dan Industri Rokok Rakyat
“Aturan baru lewat Perpres yang melibatkan banyak kementerian/lembaga membuat saya lega. Dengan sistem yang objektif, saya bersama Bandar Laut Dunia Grup siap menjadi Raja Lobster Dunia,” ujarnya.
Ekspansi Balad Grup
Dalam waktu dekat, Balad Grup perusahaan yang ia pimpin akan melakukan ekspansi besar-besaran. Tiga agenda utama disiapkan: membuka kantor cabang di provinsi dan kabupaten, mendirikan sembilan gudang penampungan BBL, serta membentuk 200 Kelompok Usaha Bersama (KUB) yang melibatkan ribuan nelayan.
Selain fokus pada lobster, Khalilur juga menyiapkan kebangkitan usaha akuakultur di Teluk Kangean.
Diversifikasi Usaha
Baca juga: Gus Lilur: Jangan Sampai Kasus Cukai Salah Sasaran dan Rugikan Usaha Kecil
Tak hanya di sektor perikanan, Khalilur menyusun strategi diversifikasi bisnis yang ambisius. Ia menyebut sejumlah proyek prioritas yang segera digarap, antara lain:
Pembangunan Pabrik Rokok Bintang Sembilan (RBS), Pabrik Beras, Perkebunan Tembakau, Pabrik Air Mineral, Perdagangan hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan budidaya.
Menurutnya, sektor tambang akan menjadi fondasi utama untuk menopang berbagai lini usaha tersebut.
“Akur Amat Kau Pedras”
Baca juga: Muktamar NU: Ujian Integritas di Persimpangan Nilai dan Kekuasaan
Rencana besar ini ia kemas dengan nama “Akur Amat Kau Pedras”, singkatan dari: Akuakultur, Rokok, Air Mineral, Tambang, Kebun, Tembakau, Pertanian, Perdagangan, dan Beras.
“Saya bangga Presiden berani memberangus mafia. Ini saatnya bekerja maksimal. Kerja jujur dan idealis saya kini mendapat dukungan utama Presiden RI Jenderal TNI (Purn.) Prabowo Subianto,” tegasnya.
Khalilur pun menutup pernyataannya dengan ajakan untuk bersama membangun kejayaan bangsa: “Mari bersama cintai Indonesia. Mari bersama bangun jaya Indonesia.” (d43ng)
Editor : Redaktur